PERJALANAN INI

Leave a comment

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid..

Buktinya banyak orang kaya raya tidak sanggup mengerjakannya. Jangankan sehari lima waktu, bahkan seminggu sekali pun terlupa. Tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah kesana.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid..

Karena orang pintarpun sering tidak mampu menemukannya. Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga kuliah di Universitas Eropa atau Amerika, dapat melangkahkan kaki ke Jepang dan Korea, dgn semangat yg membara. Namun ke mesjid tetap saja perjalanan yg tidak mampu mereka tempuh walau telah bertitel S3.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid..

Karena para pemuda kuat dan bertubuh sehat yg mampu menaklukkan puncak gunung Bromo dan Merapi pun sering mengeluh ketika diajak ke mesjid. Alasan mereka pun beragam, ada yang berkata sebentar lagi, ada yg berucap tidak nyaman dicap alim.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid..

Maka berbahagialah dirimu bila dari kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke mesjid. Karena bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yg paling kami banggakan selain perjalananmu ke mesjid.
Biar kuberi tahu rahasia kepadamu, sejatinya perjalananmu ke mesjid adalah perjalanan untuk menjumpai Robbmu, dan itulah perjalanan yg diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw, serta perjalanan yg akan membedakanmu dgn orang-orang yg lupa akan Robbnya.

Perjalanan terjauh dan terberat itu adalah perjalanan ke mesjid..

Maka lakukanlah walau engkau harus merangkak dalam gelap shubuh demi mengenal Robbmu.

“Berilah kabar gembira kepada orang2 yg selalu berjalan ke masjid berupa cahaya yg sempurna pada hari kiamat nanti”. (HR. Tirmidzi)

Semoga Allah Memberi kekuatan kepada kita untuk berjalan kerumahNya. Aamiin.

Salam !
KTQS Daarul Arqom-Bandung

Berdoa Dengan Suara Lembut

Leave a comment

SAAT BERDOA / BERDZIKIR BERSUARA KERAS ATAU PELAN ?

Telah berkata Al-Imam Asy-Syafi’iy dalam kitab Al-Umm :

“Dan aku memilih bagi imam dan makmum agar berdoa kepada Allah setelah selesai melakukan shalat, dan melembutkan suara dalam berdzikir kecuali seorang imam yg ingin mengajarkan kepada makmum. Hendaknya ia mengeraskan bacaan dzikir sehingga makmum mengetahui bahwa mereka telah diajarkan, kemudian setelah itu imam harus melembutkan suaranya dgn pelan ketika berdoa,

sebagaimana firman Allah : “Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam doamu dan jangan pula merendahkannya. Carilah jalan tengah di antara keduanya”. (QS. Al-Israa’ : 110). Dan yang dimaksud dgn ayat ini adalah doa”.

Apa yang ditegaskan oleh Asy-Syafi’i adalah benar lagi cocok dgn firman Allah : وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Dan berdzikirlah/sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dgn merendahkan diri dan rasa takut, dan dgn tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yg lalai”. (QS. Al-A’raaf : 205)

Perhatikan juga sabda Rasulullah Saw :
ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، إِنَّكُمْ لاَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا ، إِنَّكُمْ تَدْعُونَ سَمِيعًا قَرِيبًا وَهْوَ مَعَكُمْ ﴿رواه البخاري﴾

“Kasihanilah diri kamu, karena sesungguhnya kamu tidak berdoa kepada yg tuli dan tidak pula ghaib, sesungguhnya kamu berdoa (memohon) kepada Yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat dan Dia selalu menyertaimu”. (HR. Al-Bukhari)

Maka dari itu berdoalah dan berdzikirlah dgn suara yg lembut dan syahdu penuh harap, sampai orang yg disebelah kitapun tidak dengar permohonan kita.

Rasulullah SAW bersabda : “Berdoalah kamu sekalian kepada Allah SWT dgn perasaan yakin akan dikabulkannya doamu. Ketahuilah bahwasannya Allah SWT tidak akan mengabulkan doa orang yg hatinya lalai dan tidak bersungguh-sungguh”. (HR. At-Tirmidzi)

Barakallahu fiikum !

Copas oleh http://www.berdoalah.com dari El Rinaldi-Daarul Arqom,Bandung

DOA UNTUK BAYI YANG BARU LAHIR

Leave a comment

Doa memohon perlindungan untuk anak dari gangguan setan, dengan doa seperti yang pernah dipraktekkan Nabi saw, ketika mendoakan cucunya: Hasan dan Husain.

Ibnu Abbas menceritakan, bahwa Rasulullah saw membacakan doa perlindungan untuk kedua cucunya,

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

U`iidzu kumaa bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa haammah Wa min kulli `ainin laammah

“Aku memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk”.
(HR. Abu Daud 3371)

Kita bisa meniru doa beliau ini, dengan penyesuaian jenis kelamin bayi.

a. Jika bayi yang lahir perempuan, kita bisa baca,

أُعِيذُكِ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
U’iidzuki …..

b. Jika bayi yang lahir laki-laki, kita bisa membaca,

أُعِيذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
U’iidzuka …..

Berbeda pada kata ganti; ‘…ka’ dan ‘…ki’

Atau doa umum :
U`iidzu bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa haammah Wa min kulli `ainin laammah.

Barakallahu fiikum !
Copas oleh http://www.berdoalah.com
Dari El Rinaldi – Daarul Arqom, Bandung

Doa-doa Dari Al Qur’an dan Hadits

Leave a comment

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Beberapa doa dari Al-Quran dan hadits-hadits shohih yg semestinya dibaca agar senantiasa sabar, tegar dan istiqomah di atas agama Islam.

(*) DOA PERTAMA:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

‘Robbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lanaa Min-Ladunka Rohmatan, innaka Antal-Wahhaab’

Artinya: “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Dzat yang Maha Pemberi (karunia).”
(QS. Ali Imran: 8).

(*) DOA KEDUA:

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

‘Robbanaa Afrigh ‘Alainaa Shobron wa Tsabbit Aqdaamanaa wanshurnaa ‘Alal Qoumil Kaafiriin’.

Artinya: “Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”.
(QS. Al Baqarah: 250).

(*) DOA KETIGA:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

‘Ya Muqollibal Quluubi Tsabbit Qolbiy ‘Alaa Diinika’.

Artinya: “Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
(HR. At-Tirmidzi no.3522, imam Ahmad IV/302, Al-Hakim I/525. Lihat Shohih Sunan At-Tirmidzi no.2792).

» Do’a ini merupakan doa yang paling sering dipanjatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

(*) DOA KEEMPAT:

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

‘Allaahumma Mushorrifal Quluub, Shorrif Quluubanaa ‘Alaa Tho’atika’

Artinya: “Ya Allah, Dzat yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk selalu taat kepada-Mu.”
(HR. Muslim).

Demikianlah beberapa doa dari Al-Quran dan Hadits Shohih yg sepantasnya dipanjatkan oleh kita semua.

Wassalam …

Tahajud

Leave a comment

Sahabat

Penghujung malam adalah saat yang mustajab,

saat lumuran dosa diampuni,

aib dihapuskan.

Mari perbanyak tobat.

Ya اَللّهُ ,aku serahkan diriku kepada-Mu.

Aku hadapkan wajahku kepada-Mu.

Dan aku limpahkan segala urusanku kepada-Mu

Ya Rabb, jangan Engkau tinggalkan aku bersama kelemahanku walau sekejap. Sertailah aku dengan pertolongan-Mu.

Doa Mohon Rizki Rohani / Batin

Leave a comment

Ya Allah rizkikanlah kepadaku
agar aku:

 

Sabar dalam ketaatan padaMu
Sabar dalam menjauhi apa yang Engkau murkai
Sabar dalam menjaga apa yang Engkau cintai
Sabar dalam menghadapi yang aku benci
Sabar menghadapi urusan yang berat

آمِيّنْ… آمِيّنْ…. آمِيّنْ.. يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ
•˚Âmıĭn..amiin..amiin ÿaá râbbāĺ aläamiп˚•

dari Pak Dr H.Aam Amiruddin

Asma’ul Husna

Leave a comment

Berikut ini adalah 99 nama Allah SWT (Asmaul Husna) beserta maknanya
(Simpan di Media, Memo Pad …
Supaya bisa dibaca2 pas lagi nunggu antrian, lagi macet, lagi galau, lagi BT, lagi bersyukur, lagi zikir, dsb):

 

 

1. Ar-Rahmaan: ( الرحمن) Maha Pengasih

2. Ar-Rahim: ( الرحيم ) Maha Penyayang

3. Al-Malik: ( الملك ) Maha Merajai

4. Al-Quddus: ( القدوس ) Maha Suci

5. As-Salaam: ( السلام ) Maha Penyelamat,

6. Al-Mu’min: ( المؤمن ) Maha Pengaman

7. Al-Muhaimin: ( المحيمن) Maha Pelindung

8. Al-’Aziiz: ( العزيز ) Maha Mulia

9. Al-Jabbaar: ( الجبار ) Maha Perkasa

10. Al-Mutakabbir: ( المتكبر ) Maha Megah

11. Al-Khaaliq: ( الخالق ) Maha Pencipta,

12. Al-Baari’: ( البارئ ) Maha Pembuat

13. Al-Mushawwir: ( المصر) Maha Pembentuk

14. Al-Ghaffaar: ( الغفار ) Maha Pengampun

15. Al-Qahhaar: ( القهار ) Maha Pemaksa,

16. Al-Wahhaab: ( الوهاب ) Maha Pemberi

17. Ar-Razzaaq: ( الرز) Maha Pberi Rezeki

18. Al-Fattaah: ( الفتح) Maha Membukakan

19. Al-’Aliim: ( العليم ) Maha Mengetahui,

20. Al-Qaabidh: ( القابض ) Maha Pencabut

21. Al-Baasith: ( الباسط ) Maha Meluaskan

22. AI-Khaafidh: الخاف) Maha Mjatuhkan

23. Ar-Raafi’: ( الرافع ) Maha Mengangkat

24. Al-Mu’iz: ( المعز ) Maha Menghormati

25. Al-Muzil: ( المذل ) Maha Menghina

26. As-Samii’: ( السميع) Maha Mendengar

27. Al-Bashiir: ( البصير) Maha Melihat.

28. Al-Hakam: ( الحكم ) Maha Mengadili,

29. Al-’Adl: ( العدل) Maha Adil

30. Al-Lathiif: ( اللطيف) Maha Teliti

31. Al-Khabiir: ( الخبير ) Maha Waspada

32. Al-Haliim: ( الحليم ) Maha Penyabar

33. Al-’Adzhiim: ( العظيم ) Maha Agung,

34. Al-Ghafuur: ( الغفور) Maha Pengampun

35. Asy-Syakuur: ( الشكور) Maha Bsyukur

36. Al-’Aliy: ( العلي ) Maha Tinggi

37. Al-Kabiir: ( الكبير ) Maha Besar

38. Al-Hafidz: ( الحفيظ ) Maha Pemelihara

39. Al-Muqiit: ( المقيت ) Maha Pemberi

40. Al-Hasiib: ( الحسيب ) Maha Penjamin

41. Al-Jaliil: ( الجليل ) Maha Luhur

42. Al-Kariim: ( الكريم ) Maha Pemurah,

43. Ar-Raqiib: ( الركيب ) Maha Peneliti

44. Al-Mujiib: ( المجيب ) Maha Mngabulkan

45. Al-Waasi’: ( الواسع ) Maha Luas

46. Al-Hakiim: ( الحكيم ) Maha Bijaksana,

47. Al-Waduud: ( الودود ) Maha Pencinta

48. Al-Majiid: ( المجيد ) Maha Mulia

49. Al-Ba’ithu: الباعث) Maha Mbangkitkan

50. Asy-Syahiid: (الشهيد) Maha Mgetahui

51. Al-Haq: ( الحق ) Maha Benar

52. Al-Wakiil: ( الوكيل ) Maha Memelihara

53. Al-Qawiy: ( القوى ) Maha Kuat

54. Al-Matiin: ( المتين ) Maha Teguh

55. Al-Waliy: ( الولى ) Maha Melindungi,

56. Al-Hamiid: ( الحميد ) Maha Terpuji,

57. Al-Muhshii: ( المحصى ) Maha Mhitung

58. Al-Mubdi’: ( المبدئ ) Maha Memulai

59. Al-Mu’iid: ( المعيد) Maha Memulihkan,

60. Al-Muhyii: ( المحي ) Maha Mhidupkan

61. Al-Mumiit: ( المميت ) Maha Mematikan,

62. Al-Hay: ( الحي ) Maha Hidup

63. Al-Qayyuum: ( القيوم ) Maha Berdiri

64. Al-Waajid: ( الواجد ) Maha Penemu

65. Al-Maajid: ( الماجد ) Maha Mulia

66. Al-Waahid: ( الواحد ) Maha Esa.

67. Al-Ahad: ( الأحد ) Maha Tunggal.

68. Ash-Shamad: ( الصمد ) Maha Diperlukan

69. Al-Qaadir: ( القادر ) Maha Berkuasa/

70. Al-Muqtadir: ( المقتدر ) Maha Menentukan.

71. Al-Muqaddim: ( المقدم ) Maha Mendahulukan

72. Al-Muakhkhir: ( المؤخر ) Maha Menangguhkan

73. Al-Awwal: ( الأول ) Maha Pemulaan

74. Al-Aakhir: ( الآخر ) Maha Penghabisan

75. Azh-Zhaahir: ( الظاهر ) Maha mewujudan

76. Al-Baathin: ( الباطن ) Maha Tersembunyi

77. Al-Waalii: ( الوالى ) Maha Menguasai

78. Al-Muta’aalii: ( المتعال ) Maha Suci/

79. Al-Bar: ( البار ) Maha Dermawan

80. At-Tawwaab: ( التواب ) Maha Penerima Taubat

81. Al-Muntaqim: ( المنتقم ) Maha Penghukum

82. Al-’Afuw: ( العفو ) Maha Pemaaf

83. Ar-Rauuf: ( الرؤف ) Maha Pengasih

84. Maalikul Mulk: ( المالك الملك ) Maha Pemilik Kekuasaan

85. Zul-Jalaali Wal Ikraam: ( ذوالجلال والإكرام ) Maha Pemilik Keagungan dan Kemuliaan

86. Al-Muqsith: ( المقسط ) Maha Mengadili

87. Al-Jaami’: ( الجامع) Maha Mengumpulkan

88. Al-Ghaniy: ( الغنى ) Maha Kaya Raya

89. Al-Mughnii: ( المغنى ) Maha Pemberi kekayaan

90. Al-Maani’: ( المانع ) Maha Membela

91. Adh-Dhaar: ( الضار ) Maha Mendatangkan Mudharat

92. An-Naafi’: ( النافع ) Maha Pemberi Manfaat

93. An-Nuur: ( النور ) Maha Pemberi Cahaya

94. Al-Haadi: ( الهادى ) Maha Pemberi Petunjuk

95. Al-Badii’: ( البديع ) Maha Indah

96. Al-Baaqi: ( الباقع ) Maha Kekal

97. Al-Waarits: ( الوارث ) Maha Mewarisi

98. Ar-Rasyiid: ( الرشيد ) Maha Pandai

99. Ash-Shabuur: ( الصبور ) Maha Penyabar

SALAM (2)

Leave a comment

☑ Siapa yang Seharusnya Mendahului Salam?

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, “Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam pada orang yg berjalan. Orang yg berjalan memberi salam kepada orang yg duduk. Rombongan yg sedikit memberi salam kepada rombongan yg banyak”. (HR. Bukhari no. 6233 dan Muslim no 2160)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, “Yang muda hendaklah memberi salam pada yang tua. Yang berjalan (lewat) hendaklah memberi salam kepada  orang yang duduk. Yang sedikit hendaklah memberi salam pada orang yang lebih banyak”. (HR. Bukhari no. 6231)

Ibnu Baththol mengatakan, “Dari Al Muhallab, disyari’atkannya orang yang muda mengucapkan salam pada yang tua karena kedudukan orang yang lebih tua yang lebih tinggi. Orang yang muda ini diperintahkan untuk menghormati dan tawadhu’ di hadapan orang yang lebih tua.” (Subulus Salam, 7/31)

Jika orang yang bertemu sama-sama memiliki sifat yang sama yaitu sama-sama muda, sama-sama berjalan, atau sama-sama berkendaraan dengan kendaraan yang jenisnya sama, maka di antara kedua pihak tersebut sama-sama diperintahkan untuk memulai mengucapkan salam.

☑ Yang mulai mengucapkan salam, itulah yang lebih utama.

Rasulullah saw bersabda,

الْمَاشِيَانِ إِ ذَا اجْتَمَعَا فَأَيُّهُمَا بَدَأَ بِالسَّلاَمِ فَهُوَ أَفْضَلُ

“Dua orang yang berjalan, jika keduanya bertemu, maka yang lebih dulu memulai mengucapkan salam itulah yang lebih utama”. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Al Baihaqi)

Namun jika orang yang seharusnya mengucapkan salam pertama kali tidak memulai mengucapkan salam, maka yang lain hendaklah memulai mengucapkan salam. (Huquq Da’at Ilaihal Fithroh, 47)

Salam !

Daarul Arqom Al Fikri-Bandung

TETANGGA KITA

Leave a comment

Tetangga adalah orang yg kediamannya dekat dengan kita. Sebutan tetangga cakupannya umum. Tidak pandang bulu siapakah tetangga tsb, baik yg muslim ataupun yg kafir, ahli ibadah ataupun fasik, teman ataupun musuh.

 

Sedangkan mengenai batasannya, beragam ulama memberikan batasan tetangga. Ada yg membatasinya dengan 40 rumah dari semua penjuru arah, dan hadits yg mendasarinya adalah hadits dho’if.

 

Namun pengertian tetangga tidak hanya terbatas pada tetangga dalam artian hunian, tapi lebih luas dari itu. Sehingga juga mencakup tetangga di tempat kerja, di bangku sekolah, pasar, teman perjalanan, dll..

 

Perihal tetangga mendapatkan perhatian besar dalam syariat ini. Karena itu tak heran bila Allah menyebutkannya setelah perintah beribadah hanya kepada-Nya. Allah berfirman:

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang tua( ibu-bapak), karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yg dekat dan tetangga yg jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu”. (An-Nisa’:36)

 

Bahkan saking pentingnya, sampai-sampai Rasul saw bersabda: “Jibril terus saja berpesan kepadaku mengenai tetangga (untuk selalu berbuat baik kepadanya), sampai-sampai aku menyangka akan turun wahyu bahwa seseorang akan mewarisi tetangganya”. (muttafaq ‘alaih)

 

Lebih-lebih lagi kesaksian tetangga terhadap kita menjadi tanda cerminan jati diri kita.

 

Rasulullah bersabda : “Bila engkau mendengar para tetanggamu berucap ‘engkau telah berbuat baik’, maka sungguh engkau telah berbuat baik. Dan bila engkau mendengar mereka mengatakan ‘engkau telah berbuat buruk’, maka sungguh engkau telah berbuat buruk”. (HR. Ahmad)

 

Maka seorang muslim yg cerdas yg mengharapkan surga-Nya, tentu tidak rela bila ia harus tertahan dari surga karena perlakuan buruknya terhadap tetangga.

 

Salam !

//

Doa Perlindungan

Leave a comment

Cuaca yang amat panas dan dingin seharusnya mengingatkan kita akan neraka, sehingga kita pun seharusnya memohon perlindungan kepada Allah dari siksanya yang begitu mengerikan.

Doa-doa yang diajarkan tentu termasuk cara terbaik untuk memohon perlindungan tersebut, salah satu doa tersebut ialah:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِى خَيْرًا

“Ya Allah, hamba memohon surga kepada Engkau, [memohon dianugerahi] perkataan atau amal yang mengantarkan kepadanya.
Ya Allah, hamba berlindung pada-Mu dari neraka serta perkataan atau amal yang mengantarkan padanya.
Ya Allah, jadikanlah setiap takdir yang Engkau peruntukkan untukku adalah baik.”

(HR. Ibnu Majah no. 3846 dan Ahmad (6/133), dari Ummu Kultsum binti Abi Bakr, dari ‘Aisyah, disahihkan oleh Syaikh al-Albani).

Semoga Allah melindungi dan menyelematkan kita dari siksa Jahannam dan perbuatan – perbuatan yang mengantarkan kita ke neraka Jahanam dengan karunia dan kemuliaan-Nya.

Doa Bepergian (KeluarRumah)

Leave a comment

Doa, bagi yang ingin selalu dituntun, dicukupi dan di jaga Alloh

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ: “بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ” قَالَ: « يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ. فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِىَ وَكُفِىَ وَوُقِىَ

“Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca (zikir):
Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi, walaa haula wala quwwata illa billah

(Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-Nya, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya),
maka malaikat akan berkata kepadanya:

“(sungguh) kamu telah diberi petunjuk (oleh Allah Ta’ala), dicukupkan (dalam segala keperluanmu) dan dijaga (dari semua keburukan)”, sehingga setan-setanpun tidak bisa mendekatinya, dan setan yang lain berkata kepada temannya:

Bagaimana (mungkin) kamu bisa (mencelakakan) seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga (oleh Allah Ta’ala)?

HR. Abu Dawud, Attirmidzi & Ibn Hibban

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.