Doa bagi bayi yang wafat

Leave a comment

DOA BAGI BAYI YANG WAFAT

(1)
اَللَّهُمَّ أَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

“Ya Allah, lindungilah dia dari siksa kubur”. (HR. Malik dalam Al-Muwaththa’ I/288, Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 3/217, dan Al-Baihaqi 4/9)

(2)
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًا وَذُخْرًا لِوَالِدَيْهِ، وَشَفِيْعًا مُجَابًا. اَللَّهُمَّ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِيْنَهُمَا وَأَعْظِمْ بِهِ أُجُوْرَهُمَا، وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَاجْعَلْهُ فِيْ كَفَالَةِ إِبْرَاهِيْمَ، وَقِهِ بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الْجَحِيْمِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لأَسْلاَفِنَا، وَأَفْرَاطِنَا وَمَنْ سَبَقَنَا بِاْلإِيْمَانِ

“Ya Allah! Jadikanlah kematian anak ini sebagai pahala pendahulu dan simpanan bagi kedua orang tuanya dan pemberi syafaat yg dikabulkan doanya. Ya Allah! Dengan musibah ini, beratkanlah timbangan perbuatan mereka dan berilah pahala yg agung. Anak ini kumpulkan dgn orang-orang yg shalih dan jadikanlah dia dipelihara oleh Nabi Ibrahim. Peliharalah dia dgn rahmatMu dari siksaan Neraka Jahim. Berilah rumah yg lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (di Surga) yg lebih baik daripada keluarganya (di dunia). Ya Allah, ampunilah pendahulu-pendahulu kami, anak-anak kami, dan orang-orang yg mendahului kami dalam keimanan”. (Lihat Al-Mughni, karya Ibnu Qudamah 3/416)

Doa pendeknya :
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًا وَذُخْرًا لِوَالِدَيْهِ، وَشَفِيْعًا مُجَابًا

“Ya Allah! Jadikanlah kematian anak ini sebagai pahala pendahulu dan simpanan bagi kedua orang tuanya dan pemberi syafaat yg dikabulkan doanya”.

(3)
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ لَنَا فَرَطًا وَسَلَفًا وَأَجْرًا

“Ya Allah! Jadikan kematian anak ini sebagai simpanan pahala dan amal baik serta pahala buat kami”. (HR. Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah 5/357, Abdurrazaq no. 6588 dan Al- Bukhari meriwayatkan hadits tersebut secara mu’allaq dalam Kitab Al-Janaiz, 65 bab Membaca Fatihatul Kitab Atas Jenazah 2/113)

Salam !
Dari KTQS-Bandung

Rahasia Sujud

Leave a comment

RAHASIA SUJUD ketika SHOLAT

Ustadz Yusuf Mansur

Sujud melibatkan 5 anggota badan yang bertumpu pada bumi, yaitu dahi, hidung,kedua telapak tangan,lutut dan kedua ujung jari kaki.
Sujud adalah konsep merendahkan diri, memuji Allah dan meminta segala macam permintaan kepada Allah. Sekaligus, mengikis sifat sombong, riya’, takabur, dll.

Dr Fidelma O’Leary, Phd Neuroscience dari St Edward’s University, telah menjadi mu’allaf, karena mendapati fakta tentang manfaat sujud bagi kesehatan. Dalam kajiannya ditemukan ada beberapa urat syaraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah, dan urat ini baru bisa dimasuki darah ketika manusia bersujud. Tetapi urat saraf ini hanya memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja.
Yaitu, pada waktu-waktu sholat yang telah ditetapkn Islam (shubuh dzuhur, ‘ashar, maghrib, Isya’).

SubhanAllah…Jadi,siapa yang tidak sholat maka urat ini tdk menerima darah sehingga otaknya tidak berfungsi secara normal. Slh satu indikasiny adalah timbul macam-macam gejala sosial di masyarakat yang tidak bersholat saat ini.
Karena letak otak di atas jantung, maka kt Prof Hembing, jantung hny mampu membekalkn 20% darah keotak manusia, maka dibantu lagi dgn sujud yang lebih lama agar menambah kekuatan aliran darah ke otak.Hal ini sesuai dgn apa yang disampaikan Rasulullah, supaya kita sujud ber-lama2 pada raka’at terakhir.
Manfaat sujud ber-lama-lama ini,untuk menolak pening, dan migrain, menyegarkan otak,menajamkan akal pikiran (peka), melegakan sistem pernapasan, membetulkan pundi peranakan yang jatuh, memperbaiki kedudukan bayi sungsang, dll.

Dan yg menakjubkan, jika kita memperhatikan, bentuk saraf yang ada dalam otak kita berbentuk seperti orang yang bersujud..

SUBHANALLAH……….

Ya Allah, jadikanlah kami yang me ngucapkn ‘Subhanallah’ menjadi manusia sehat, bermanfaat, dan wafat dalam keadaan khusnul khatimah.

Aamiin ya Rabbal’alamiin@>–

Istighatsah

Leave a comment

Menghadapi situasi dan kondisi yg tdk menentu ini, marilah kita banyak beristighatsah setiap saat :
Dalam sejarah perjalanan da’wah para nabi, istilah اِسْتِغَاثَةٌ (istighâtsah) ini sudah banyak digunakan diantaranya:
a. Nabi Zakaria ‘a.s. ketika bertanding dengan 12 orang murid-muridnya, untuk menentukan siapa yang akan menjadi kâfil (pemelihara) Maryam, maka mereka sepakat ke sungai Yordan, siapa yang penanya melawan arus dialah yang memelihara Manyam. Seluruh pena murid-muridnya yang 12 orang itu hanyut semua, tetapi pena Nabi Zakariya melawan arus. Apa resepnya? Resepnya doa:
يَاحَيُّ يَاقََيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ اَسْتَغِيْثُ
“Ya Allah yang Maha Hidup dan Bendiri sendiri, dengan “rahmat-Mu aku meminta.”.

b. Ketika Nabi Sulaiman ‘a.s. memerintahkan kepada jin dan manusia agar memindahkar istana Ratu Balqis dari San’a (Yaman) ke Madinah al-Khalîl / Hebron maka Ashaf bin Bakhraya Wazir Nabi Sulaiman ‘a.s. seorang Ahli Kitab memindahkan istana Ratu Balqis sekejap mata saja. Apa yang diamalkan oleh Ashaf ? Beliau beristighâtsah dengan doa:

يَاحَيُّ يَاقََيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ اَسْتَغِيْثُ

c. Diriwayatkan pula bahwa Nabi Isa ‘a.s. kalau akan mengobati orang atau menghidupkan orang mati, beliau menggunakan air dan beristighâtsah:

يَاحَيُّ يَاقََيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ اَسْتَغِيْثُ

d. Rasulullah Saww setiap menghadapi peperangan, terutama pada saat perang Badar Rasulullah Saww beristighâtsah, diantaranya dengan doa:

يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ اَسْتَغِيْثُ

Di dalam khazanah Islam macam-macam doa meliputi: isti’ânah, istighâtsah, juga munajat, serta hizib-hizib yang artinya meminta keselamatan kepada Allah Swt pada amalan ahli hikmah yaitu:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذَاكَرَّبَهُ اَمْرٌ قَالَ يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ اَسْتَغِيْثُ
“Adalah Nabi Saww apabila menghadapi kesulitan suka berdoa: Ya Allah yang Maha Hidup dan Berdiri sendiri rahmat-Mu yang aku harapkan yang aku minta.“ (Hr. Tirmizi dari Anas r.’a.)

Dalam riwayat lain:

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ ، لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلىَ نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ .
“Ya Hayyu ya Qayyum, tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Engkau,rahmat-Mu yang aku minta, salehkanlah keadaan saya seluruhnya, dan jangan biarkan aku lepas dari penjagaan-Mu sekejap matapun juga”.

Dari Drs Muhtar Adam

“Tipu Daya Dalam Setiap Negeri”

Leave a comment

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا فِى كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَٰبِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا۟ فِيهَا ۖ وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

“Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya.”
(QS. Al- An’am : 123)

Pesta demokrasi dah selesai, pencoblosan dan penghitungan juga sudah dilakukan dimasing-masing TPS, hasilnya hitung cepatnya aja yang beragam, boleh jadi karena banyak ‘menyimpan’ kepentingan.

Begitulah dunia, selalu mengundang permusuhan bila tidak kuat dibekali agama, ayat diatas rasanya tepat buat menggambarkan yang sedang terjadi di bumi pertiwi, semoga kita bisa saling menahan diri, persaudaraan tetap lebih utama.

Manusia boleh diperdaya, tetapi Dia mengetahui segalanya, dan kebenaran selalu dimenangkan oleh Allah.

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya, bahwa dunia memang sangat ‘menggoda’, tetap bersaudara dan jangan sampai terpecah belah.

Berdo’a saja, buat kebaikan bangsa ini, pasti orang baik yang akan dipilihin Allah buat negeri ini, dan ketentuanNya tidak bisa dikalahkan dengan berbagai tipu daya.

Romadhon penuh berkah, berkah buat seluruh orang yg bertaqwa

Ust Syarif Matnadjih

hadist dhoif seputar puasa

Leave a comment

HADITS DHAIF SEPUTAR RAMADHAN

1. TIDUR ITU IBADAH

الصَّائِمُ فِي عِبَادَةٍ وَإِنْ كَانَ رَاقِدًا عَلَى فِرَاشِهِ.
“Orang yang berpuasa adalah (tetap) di dalam ibadah meskipun dia terbaring (tidur) diatas tempat tidurnya”

Hadits ini sering kali kita dengar, tidurnya orang yg berpuasa itu adalah ibadah sehingga kemudian ini dijadikan alasan untuk menghabiskan waktu dgn tidur saja, padahal hadits ini adalah DHA’IF (lemah).

Hadits tsb disebutkan oleh Imam as-Suyuthiy di dalam kitabnya “al-Jami’ ash-Shaghir”, riwayat ad-Dailamy di dalam Musnad al-Firdaus dari Anas.

Imam al-Manawy, “Di dalamnya terdapat periwayat bernama Muhammad bin Ahmad bin Sahl, Imam adz- Dzahaby berkata di dalam kitabnya adh-Dhu’afa, ‘Ibnu ‘Ady berkata, ‘(dia) termasuk orang yg suka memalsukan hadits”.

2. 10 HARI AWAL RAMADHAN ITU RAHMAT, 10 HARI PERTENGAHAN ITU AMPUNAN, 10 HARI AKHIR ITU BEBAS DARI NERAKA

… وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَوَسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَ آخِرَهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ …

“…dialah bulan yg awalnya itu RAHMAT, pertengahannya itu maghfirah/AMPUNAN, dan akhirnya itu ‘itqun minan naar/BEBAS DARI NERAKA…”

Ibnu Sa’ad : “hadits tsb ada kelemahan dan jgn berhujjah dgnnya”, Imam Ahmad bin Hanbal : “Tidak kuat”. Ibnu Ma’I : “Dha’if.” Ibnu Abi Khaitsamah : “Lemah di segala segi”, (Tahdzibut Tahdzib 7/322-323).

Jadi setiap hari di bulan Ramadhan itu terdapat banyak sekali kebaikan-kebaikan didalamnya, tidak dipisah-pisah per-sepuluh hari seperti itu, apalagi dipisah-pisah setiap harinya, hari kesatu dapat ini, hari kedua dapat itu, dst.

Juga beredar, doa Ramadhan malam pertama, malam kedua, dst.

Itu semua bukan berasal dari Rasulullah Saw.

Berhati-hatilah dgn hadits atau menyerupai hadits yg beredar disekitar kita.

Salam !

Copas dari KTQS-Daarul Arqom Bandung

METODE BELAJAR AL QUR’AN

Leave a comment

Dari buku “Jabatanku Ibadahku” tulisan Pak Aceng Zakaria. Khususnya mengenai tanggung jawab kita untuk mempelajari Al Qur’an.

~~~~~~~~~~~~~~~~~
Metode Belajar Quran
~~~~~~~~~~~~~~~~~

Asumsi jatah umur rata2 manusia. Adalah 60 thn

Maka tahapan belajarnya adalah sbb :

1.Usia 7 – 15 : masa belajar baca quran dg kaidah ilmu tajwid

2.Usia 16 – 45 : masa mempelajari arti & kandungan isi al ‘quran 1 juz /thn dg sistem SKS ( 1 juz umumnya 9 lmbr, 1 lmbr terdiri 30 baris,berarti kita bisa mempelajari quran 1 juz/9 lmbr dlm 9 bln,atau 30 baris dibagi 30 hari berarti 1 baris/hari , 3 bln sisanya libur )

3.Usia 46 – 60 : kaji ulang bacaan, kandungan isi alquran sebanyak 2 juz/thn.

Dg metode ini maka menginjak usia 45 thn sdh tamat membaca alquran,sekaligus mengetahui & menguasai kandungan isi al’quran

~~~~~~~~~~~~~~~~
Metode Belajar Hadits
~~~~~~~~~~~~~~~~
Belajar 1 baris 1 hari kitab hadits Bulugul Maram sebanyak 1596 hadits

Jadikankanlah ba’da subuh mengkaji Alquran 1 baris 1 hari dan setiap ba’da magrib mengkaji hadits 1 baris sehari.

Insya Allah di usia 40 thn umat islam akan menguasai kandungan Al’quran & al’hadits.

Untuk kita sendiri, mungkin patokan2 usia yang dipakai di sini membuat kita berucap “wah, sudah terlambat”, namun belajar tidak mengenal patokan usia, bukan?

Khususnya untuk generasi penerus kita, metoda ini tentu bisa dipakai dan semoga bernilai ibadah bagi penulisnya, dan kita yang hanya sekedar membagikannya. Insya Allah. Aamiin.

KAIDAH-KAIDAH DALAM BERDOA DAN DZIKIR

Leave a comment


1. Dzikir dan do’a adalah ibadah yang bersifat tauqifiyah dgn syarat ikhlas dan sesuai dengan contoh Rasulullah.

2. Dibedakan antara dzikir yang mutlak dengan dzikir yang muqayyad.

Dzikir/do’a yang muqayyad (yg telah ditentukan) waktunya, tempat, tata cara, jumlah, sebab dan jenisnya tidak boleh dirubah-rubah, dan ada dalil yg melandasinya.

Dan dzikir/do’a yang mutlak tidak ditentukan, waktunya, tempat, tata cara, jumlah, sebab dan jenisnya.

3. Do’a yang tidak berasal dari Nabi diperbolehkan dengan syarat:
a) Memilih lafadz yang paling bagus.
b) Tidak mengandung sesuatu yang terlarang.
c) Hanya pada dzikir/do’a mutlak saja.
d) Tidak boleh dijadikan sebagai sunnah atau rutinitas.

4. Setiap dzikir/do’a yang mempunyai lebih dari satu macam lafadz seperti do’a iftiftah, bacaan ruku’ dan sujud, sebaiknya dibaca bergantian, dibaca terkadang dengan ini dan terkadang dengan itu.

5. Setiap dzikir/do’a yang banyak macamnya dlm satu waktu, maka boleh dibaca semuanya seperti do’a pagi dan petang.

6. Pada asalnya dzikir/do’a adalah dibaca dengan lirih, kecuali yang ditunjukkan dalil boleh mengeraskannya atau disyari’atkan dengan keras, seperti adzan, takbir hari raya, talbiyah.

7. Setiap perbuatan yg haram atau makruh tidak boleh dimulai dengan dzikir/do’a.

(Diringkas dari kitab tashih ad du’a karya syaikh Bakr Abu Zaid).

Salam !
KTQS
Copas oleh http://www.berdoalah.com

DOA SEBELUM SALAM DALAM SHALAT (3-Habis)

Leave a comment

4. ‘Aisyah ra berkata: “Aku mendengar Rasulullah
Saw membaca doa dalam sebagian shalatnya dengan doa:
اللَّهُمَّ حَاسِبْنِي حِسَابًا يَسِيرًا

Allaahumma haasibnii hisabayyasiraa

Ya Allah, hisablah (lakukan perhitungan) pada diriku dengan perhitungan (hisab) yang mudah. (HR. Ahmad dan al-Hakim)

5. Dari Anas ra, bahwasanya Nabi saw banyak membaca doa dengan redaksi doa sebagai berikut:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Ya muqallibal quluubi, tsabbit qalbii ‘alaa diinika.

Ya Allah, Tuhan Yang bisa membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku agar senantiasa bepegang teguh kepada agamaMu. (HR.
Al-Bukhari)

Doa & waktu yg sangat bagus serta mustajab, hafalkan dan amalkanlah.

Semoga kebahagiaan selalu mengiringi orang-orang yang menghidupkan sunnah Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Salam !

Copas oleh http://www.berdoalah.com
Dari KTQS Daarul Arqom-Bandung

DOA SEBELUM SALAM DALAM SHALAT (2)

Leave a comment

Kita lanjutkan kajian doa-doa yg biasa Rasulullah lakukan saat setelah membaca tasyahud dan sebelum salam, hafalkan serta amalkanlah karena saat tsb termasuk waktu mustajab untuk dikabulkannya doa.

2. Abu Bakar al-Shiddiq ra
berkata kepada Rasulullah Saw: “Wahai Nabi, ajarilah aku doa yang bisa aku baca dalam shalatku?”. Nabi Saw bersabda: “Bacalah doa berikut ini:

اللَّهُمَّ إنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْماً كَثِيرَاً. وَلا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلاَّ أَنْتَ. فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ. وَارْحَمْنِي, إنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Allaahumma innii dhalamtu nafsii dhulmankatsiiraa, walaa
yaghfirudhdhunuuba illaa anta, faghfirlii maghfiratammin ‘indika warhamnii innaka antal ghafuururrahiim

Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak berbuat dhalim terhadap diriku sendiri. Tidak ada yang akan mengampuni dosa-dosa itu kecuali Engkau. Karena itu (Ya Allah), ampunilah diriku dengan ampunanMu dan kasih-sayangilah aku. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (HR.Al-Bukhari dan Muslim)

3. Ibn Yasaf berkata bahwa pada suatu ketika ‘Aisyah ra ditanya tentang doa yang banyak dibaca oleh Nabi Saw, maka ‘Aisyah menjawab bahwa doa yang banyak atau sering dibaca oleh Nabi Saw adalah doa berikut ini:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ وَمِنْ شَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ بَعْدُ

Allaahumma innii a ‘uudzu bika min syarri maa ‘amiltu wa min syarri maa lam a’mal ba’du

Ya Allah sesungguhnya aku mohon perlindungan kepadaMu dari kejahatan yang pernah aku perbuat dan dari kejahatan yang belum aku perbuat. (HR. Al-Nasa-i)

Salam !

http://www.berdoalah.com
Copas dari KTQS-Daarul Arqom Bandung

DOA SEBELUM SALAM DALAM SHALAT (1)

Leave a comment

Waktu sebelum salam dan setelah membaca tasyahhud dalam shalat termasuk waktu mustajab untuk dikabulkannya doa. Karenanya dianjurkan memperbanyak doa padanya sebagaimana sabda Nabi Saw, “Kemudian ia memilih doa yang disukainya lalu berdoa dengannya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Doa di akhir shalat sebelum keluar darinya (sebelum salam) disyariatkan berdasarkan sunnah. Maka tidak elok meninggalkan meminta kepada Tuhannya saat bermunajat dan bertaqarrub kpd-Nya”. (dinukil dari Taudhih Al-Ahkam, Syaikh Al-Bassam: 2/284) 

Inilah doanya :

1. Rasulullah Saw bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu selesai dari bacaan tasyahhud akhir, hendaklah ia membaca isti’adzah kepada
Allah dari empat perkara, yaitu bacaan sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْشَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Allaahumma innii a’uudhu bika min ‘adhaabi jahannama wa min ‘adhaabil qabri wamin fitnatil mahyaa wal mamaati wamin syarri fitnatil masiihiddajjaal”

Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung
kepadaMu dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari fitnah kejahatan al-masih al-Dajjal. (HR. Muslim)

Dari KTQS Daarul Arqom Bandung
Copas oleh http://www.berdoalah.com

PERJALANAN INI

Leave a comment

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid..

Buktinya banyak orang kaya raya tidak sanggup mengerjakannya. Jangankan sehari lima waktu, bahkan seminggu sekali pun terlupa. Tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah kesana.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid..

Karena orang pintarpun sering tidak mampu menemukannya. Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga kuliah di Universitas Eropa atau Amerika, dapat melangkahkan kaki ke Jepang dan Korea, dgn semangat yg membara. Namun ke mesjid tetap saja perjalanan yg tidak mampu mereka tempuh walau telah bertitel S3.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid..

Karena para pemuda kuat dan bertubuh sehat yg mampu menaklukkan puncak gunung Bromo dan Merapi pun sering mengeluh ketika diajak ke mesjid. Alasan mereka pun beragam, ada yang berkata sebentar lagi, ada yg berucap tidak nyaman dicap alim.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid..

Maka berbahagialah dirimu bila dari kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke mesjid. Karena bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yg paling kami banggakan selain perjalananmu ke mesjid.
Biar kuberi tahu rahasia kepadamu, sejatinya perjalananmu ke mesjid adalah perjalanan untuk menjumpai Robbmu, dan itulah perjalanan yg diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw, serta perjalanan yg akan membedakanmu dgn orang-orang yg lupa akan Robbnya.

Perjalanan terjauh dan terberat itu adalah perjalanan ke mesjid..

Maka lakukanlah walau engkau harus merangkak dalam gelap shubuh demi mengenal Robbmu.

“Berilah kabar gembira kepada orang2 yg selalu berjalan ke masjid berupa cahaya yg sempurna pada hari kiamat nanti”. (HR. Tirmidzi)

Semoga Allah Memberi kekuatan kepada kita untuk berjalan kerumahNya. Aamiin.

Salam !
KTQS Daarul Arqom-Bandung

Berdoa Dengan Suara Lembut

Leave a comment

SAAT BERDOA / BERDZIKIR BERSUARA KERAS ATAU PELAN ?

Telah berkata Al-Imam Asy-Syafi’iy dalam kitab Al-Umm :

“Dan aku memilih bagi imam dan makmum agar berdoa kepada Allah setelah selesai melakukan shalat, dan melembutkan suara dalam berdzikir kecuali seorang imam yg ingin mengajarkan kepada makmum. Hendaknya ia mengeraskan bacaan dzikir sehingga makmum mengetahui bahwa mereka telah diajarkan, kemudian setelah itu imam harus melembutkan suaranya dgn pelan ketika berdoa,

sebagaimana firman Allah : “Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam doamu dan jangan pula merendahkannya. Carilah jalan tengah di antara keduanya”. (QS. Al-Israa’ : 110). Dan yang dimaksud dgn ayat ini adalah doa”.

Apa yang ditegaskan oleh Asy-Syafi’i adalah benar lagi cocok dgn firman Allah : وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Dan berdzikirlah/sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dgn merendahkan diri dan rasa takut, dan dgn tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yg lalai”. (QS. Al-A’raaf : 205)

Perhatikan juga sabda Rasulullah Saw :
ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، إِنَّكُمْ لاَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا ، إِنَّكُمْ تَدْعُونَ سَمِيعًا قَرِيبًا وَهْوَ مَعَكُمْ ﴿رواه البخاري﴾

“Kasihanilah diri kamu, karena sesungguhnya kamu tidak berdoa kepada yg tuli dan tidak pula ghaib, sesungguhnya kamu berdoa (memohon) kepada Yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat dan Dia selalu menyertaimu”. (HR. Al-Bukhari)

Maka dari itu berdoalah dan berdzikirlah dgn suara yg lembut dan syahdu penuh harap, sampai orang yg disebelah kitapun tidak dengar permohonan kita.

Rasulullah SAW bersabda : “Berdoalah kamu sekalian kepada Allah SWT dgn perasaan yakin akan dikabulkannya doamu. Ketahuilah bahwasannya Allah SWT tidak akan mengabulkan doa orang yg hatinya lalai dan tidak bersungguh-sungguh”. (HR. At-Tirmidzi)

Barakallahu fiikum !

Copas oleh http://www.berdoalah.com dari El Rinaldi-Daarul Arqom,Bandung

Doa-doa Dari Al Qur’an dan Hadits

Leave a comment

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Beberapa doa dari Al-Quran dan hadits-hadits shohih yg semestinya dibaca agar senantiasa sabar, tegar dan istiqomah di atas agama Islam.

(*) DOA PERTAMA:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

‘Robbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lanaa Min-Ladunka Rohmatan, innaka Antal-Wahhaab’
Artinya: “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Dzat yang Maha Pemberi (karunia).”
(QS. Ali Imran: 8).

(*) DOA KEDUA:

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

‘Robbanaa Afrigh ‘Alainaa Shobron wa Tsabbit Aqdaamanaa wanshurnaa ‘Alal Qoumil Kaafiriin’.
Artinya: “Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”.
(QS. Al Baqarah: 250).

(*) DOA KETIGA:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

‘Ya Muqollibal Quluubi Tsabbit Qolbiy ‘Alaa Diinika’.
Artinya: “Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
(HR. At-Tirmidzi no.3522, imam Ahmad IV/302, Al-Hakim I/525. Lihat Shohih Sunan At-Tirmidzi no.2792).
» Do’a ini merupakan doa yang paling sering dipanjatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

(*) DOA KEEMPAT:

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

‘Allaahumma Mushorrifal Quluub, Shorrif Quluubanaa ‘Alaa Tho’atika’
Artinya: “Ya Allah, Dzat yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk selalu taat kepada-Mu.”
(HR. Muslim).
Demikianlah beberapa doa dari Al-Quran dan Hadits Shohih yg sepantasnya dipanjatkan oleh kita semua.
Wassalam …

Tahajud

Leave a comment

Sahabat

Penghujung malam adalah saat yang mustajab,

saat lumuran dosa diampuni,

aib dihapuskan.

Mari perbanyak tobat.

Ya اَللّهُ ,aku serahkan diriku kepada-Mu.

Aku hadapkan wajahku kepada-Mu.

Dan aku limpahkan segala urusanku kepada-Mu

Ya Rabb, jangan Engkau tinggalkan aku bersama kelemahanku walau sekejap. Sertailah aku dengan pertolongan-Mu.

Doa Mohon Rizki Rohani / Batin

Leave a comment

Ya Allah rizkikanlah kepadaku
agar aku:

 

Sabar dalam ketaatan padaMu
Sabar dalam menjauhi apa yang Engkau murkai
Sabar dalam menjaga apa yang Engkau cintai
Sabar dalam menghadapi yang aku benci
Sabar menghadapi urusan yang berat

آمِيّنْ… آمِيّنْ…. آمِيّنْ.. يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ
•˚Âmıĭn..amiin..amiin ÿaá râbbāĺ aläamiп˚•

dari Pak Dr H.Aam Amiruddin

Asma’ul Husna

Leave a comment

Berikut ini adalah 99 nama Allah SWT (Asmaul Husna) beserta maknanya
(Simpan di Media, Memo Pad …
Supaya bisa dibaca2 pas lagi nunggu antrian, lagi macet, lagi galau, lagi BT, lagi bersyukur, lagi zikir, dsb):

 

 

1. Ar-Rahmaan: ( الرحمن) Maha Pengasih

2. Ar-Rahim: ( الرحيم ) Maha Penyayang

3. Al-Malik: ( الملك ) Maha Merajai

4. Al-Quddus: ( القدوس ) Maha Suci

5. As-Salaam: ( السلام ) Maha Penyelamat,

6. Al-Mu’min: ( المؤمن ) Maha Pengaman

7. Al-Muhaimin: ( المحيمن) Maha Pelindung

8. Al-’Aziiz: ( العزيز ) Maha Mulia

9. Al-Jabbaar: ( الجبار ) Maha Perkasa

10. Al-Mutakabbir: ( المتكبر ) Maha Megah

11. Al-Khaaliq: ( الخالق ) Maha Pencipta,

12. Al-Baari’: ( البارئ ) Maha Pembuat

13. Al-Mushawwir: ( المصر) Maha Pembentuk

14. Al-Ghaffaar: ( الغفار ) Maha Pengampun

15. Al-Qahhaar: ( القهار ) Maha Pemaksa,

16. Al-Wahhaab: ( الوهاب ) Maha Pemberi

17. Ar-Razzaaq: ( الرز) Maha Pberi Rezeki

18. Al-Fattaah: ( الفتح) Maha Membukakan

19. Al-’Aliim: ( العليم ) Maha Mengetahui,

20. Al-Qaabidh: ( القابض ) Maha Pencabut

21. Al-Baasith: ( الباسط ) Maha Meluaskan

22. AI-Khaafidh: الخاف) Maha Mjatuhkan

23. Ar-Raafi’: ( الرافع ) Maha Mengangkat

24. Al-Mu’iz: ( المعز ) Maha Menghormati

25. Al-Muzil: ( المذل ) Maha Menghina

26. As-Samii’: ( السميع) Maha Mendengar

27. Al-Bashiir: ( البصير) Maha Melihat.

28. Al-Hakam: ( الحكم ) Maha Mengadili,

29. Al-’Adl: ( العدل) Maha Adil

30. Al-Lathiif: ( اللطيف) Maha Teliti

31. Al-Khabiir: ( الخبير ) Maha Waspada

32. Al-Haliim: ( الحليم ) Maha Penyabar

33. Al-’Adzhiim: ( العظيم ) Maha Agung,

34. Al-Ghafuur: ( الغفور) Maha Pengampun

35. Asy-Syakuur: ( الشكور) Maha Bsyukur

36. Al-’Aliy: ( العلي ) Maha Tinggi

37. Al-Kabiir: ( الكبير ) Maha Besar

38. Al-Hafidz: ( الحفيظ ) Maha Pemelihara

39. Al-Muqiit: ( المقيت ) Maha Pemberi

40. Al-Hasiib: ( الحسيب ) Maha Penjamin

41. Al-Jaliil: ( الجليل ) Maha Luhur

42. Al-Kariim: ( الكريم ) Maha Pemurah,

43. Ar-Raqiib: ( الركيب ) Maha Peneliti

44. Al-Mujiib: ( المجيب ) Maha Mngabulkan

45. Al-Waasi’: ( الواسع ) Maha Luas

46. Al-Hakiim: ( الحكيم ) Maha Bijaksana,

47. Al-Waduud: ( الودود ) Maha Pencinta

48. Al-Majiid: ( المجيد ) Maha Mulia

49. Al-Ba’ithu: الباعث) Maha Mbangkitkan

50. Asy-Syahiid: (الشهيد) Maha Mgetahui

51. Al-Haq: ( الحق ) Maha Benar

52. Al-Wakiil: ( الوكيل ) Maha Memelihara

53. Al-Qawiy: ( القوى ) Maha Kuat

54. Al-Matiin: ( المتين ) Maha Teguh

55. Al-Waliy: ( الولى ) Maha Melindungi,

56. Al-Hamiid: ( الحميد ) Maha Terpuji,

57. Al-Muhshii: ( المحصى ) Maha Mhitung

58. Al-Mubdi’: ( المبدئ ) Maha Memulai

59. Al-Mu’iid: ( المعيد) Maha Memulihkan,

60. Al-Muhyii: ( المحي ) Maha Mhidupkan

61. Al-Mumiit: ( المميت ) Maha Mematikan,

62. Al-Hay: ( الحي ) Maha Hidup

63. Al-Qayyuum: ( القيوم ) Maha Berdiri

64. Al-Waajid: ( الواجد ) Maha Penemu

65. Al-Maajid: ( الماجد ) Maha Mulia

66. Al-Waahid: ( الواحد ) Maha Esa.

67. Al-Ahad: ( الأحد ) Maha Tunggal.

68. Ash-Shamad: ( الصمد ) Maha Diperlukan

69. Al-Qaadir: ( القادر ) Maha Berkuasa/

70. Al-Muqtadir: ( المقتدر ) Maha Menentukan.

71. Al-Muqaddim: ( المقدم ) Maha Mendahulukan

72. Al-Muakhkhir: ( المؤخر ) Maha Menangguhkan

73. Al-Awwal: ( الأول ) Maha Pemulaan

74. Al-Aakhir: ( الآخر ) Maha Penghabisan

75. Azh-Zhaahir: ( الظاهر ) Maha mewujudan

76. Al-Baathin: ( الباطن ) Maha Tersembunyi

77. Al-Waalii: ( الوالى ) Maha Menguasai

78. Al-Muta’aalii: ( المتعال ) Maha Suci/

79. Al-Bar: ( البار ) Maha Dermawan

80. At-Tawwaab: ( التواب ) Maha Penerima Taubat

81. Al-Muntaqim: ( المنتقم ) Maha Penghukum

82. Al-’Afuw: ( العفو ) Maha Pemaaf

83. Ar-Rauuf: ( الرؤف ) Maha Pengasih

84. Maalikul Mulk: ( المالك الملك ) Maha Pemilik Kekuasaan

85. Zul-Jalaali Wal Ikraam: ( ذوالجلال والإكرام ) Maha Pemilik Keagungan dan Kemuliaan

86. Al-Muqsith: ( المقسط ) Maha Mengadili

87. Al-Jaami’: ( الجامع) Maha Mengumpulkan

88. Al-Ghaniy: ( الغنى ) Maha Kaya Raya

89. Al-Mughnii: ( المغنى ) Maha Pemberi kekayaan

90. Al-Maani’: ( المانع ) Maha Membela

91. Adh-Dhaar: ( الضار ) Maha Mendatangkan Mudharat

92. An-Naafi’: ( النافع ) Maha Pemberi Manfaat

93. An-Nuur: ( النور ) Maha Pemberi Cahaya

94. Al-Haadi: ( الهادى ) Maha Pemberi Petunjuk

95. Al-Badii’: ( البديع ) Maha Indah

96. Al-Baaqi: ( الباقع ) Maha Kekal

97. Al-Waarits: ( الوارث ) Maha Mewarisi

98. Ar-Rasyiid: ( الرشيد ) Maha Pandai

99. Ash-Shabuur: ( الصبور ) Maha Penyabar

SALAM (2)

Leave a comment

☑ Siapa yang Seharusnya Mendahului Salam?

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, “Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam pada orang yg berjalan. Orang yg berjalan memberi salam kepada orang yg duduk. Rombongan yg sedikit memberi salam kepada rombongan yg banyak”. (HR. Bukhari no. 6233 dan Muslim no 2160)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, “Yang muda hendaklah memberi salam pada yang tua. Yang berjalan (lewat) hendaklah memberi salam kepada  orang yang duduk. Yang sedikit hendaklah memberi salam pada orang yang lebih banyak”. (HR. Bukhari no. 6231)

Ibnu Baththol mengatakan, “Dari Al Muhallab, disyari’atkannya orang yang muda mengucapkan salam pada yang tua karena kedudukan orang yang lebih tua yang lebih tinggi. Orang yang muda ini diperintahkan untuk menghormati dan tawadhu’ di hadapan orang yang lebih tua.” (Subulus Salam, 7/31)

Jika orang yang bertemu sama-sama memiliki sifat yang sama yaitu sama-sama muda, sama-sama berjalan, atau sama-sama berkendaraan dengan kendaraan yang jenisnya sama, maka di antara kedua pihak tersebut sama-sama diperintahkan untuk memulai mengucapkan salam.

☑ Yang mulai mengucapkan salam, itulah yang lebih utama.

Rasulullah saw bersabda,

الْمَاشِيَانِ إِ ذَا اجْتَمَعَا فَأَيُّهُمَا بَدَأَ بِالسَّلاَمِ فَهُوَ أَفْضَلُ

“Dua orang yang berjalan, jika keduanya bertemu, maka yang lebih dulu memulai mengucapkan salam itulah yang lebih utama”. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Al Baihaqi)

Namun jika orang yang seharusnya mengucapkan salam pertama kali tidak memulai mengucapkan salam, maka yang lain hendaklah memulai mengucapkan salam. (Huquq Da’at Ilaihal Fithroh, 47)

Salam !

Daarul Arqom Al Fikri-Bandung

TETANGGA KITA

Leave a comment

Tetangga adalah orang yg kediamannya dekat dengan kita. Sebutan tetangga cakupannya umum. Tidak pandang bulu siapakah tetangga tsb, baik yg muslim ataupun yg kafir, ahli ibadah ataupun fasik, teman ataupun musuh.

 

Sedangkan mengenai batasannya, beragam ulama memberikan batasan tetangga. Ada yg membatasinya dengan 40 rumah dari semua penjuru arah, dan hadits yg mendasarinya adalah hadits dho’if.

 

Namun pengertian tetangga tidak hanya terbatas pada tetangga dalam artian hunian, tapi lebih luas dari itu. Sehingga juga mencakup tetangga di tempat kerja, di bangku sekolah, pasar, teman perjalanan, dll..

 

Perihal tetangga mendapatkan perhatian besar dalam syariat ini. Karena itu tak heran bila Allah menyebutkannya setelah perintah beribadah hanya kepada-Nya. Allah berfirman:

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang tua( ibu-bapak), karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yg dekat dan tetangga yg jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu”. (An-Nisa’:36)

 

Bahkan saking pentingnya, sampai-sampai Rasul saw bersabda: “Jibril terus saja berpesan kepadaku mengenai tetangga (untuk selalu berbuat baik kepadanya), sampai-sampai aku menyangka akan turun wahyu bahwa seseorang akan mewarisi tetangganya”. (muttafaq ‘alaih)

 

Lebih-lebih lagi kesaksian tetangga terhadap kita menjadi tanda cerminan jati diri kita.

 

Rasulullah bersabda : “Bila engkau mendengar para tetanggamu berucap ‘engkau telah berbuat baik’, maka sungguh engkau telah berbuat baik. Dan bila engkau mendengar mereka mengatakan ‘engkau telah berbuat buruk’, maka sungguh engkau telah berbuat buruk”. (HR. Ahmad)

 

Maka seorang muslim yg cerdas yg mengharapkan surga-Nya, tentu tidak rela bila ia harus tertahan dari surga karena perlakuan buruknya terhadap tetangga.

 

Salam !

//

Syiar Islam

Leave a comment

 

 

Sahabatku, simaklah Kalam Allah ini dengan iman,

 

 

“… Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan manusia dan jin,…”

(QS 6 : 112).

Permusuhan ini adalah keniscayaan dengan semua cara syetan, dari perang militer, politik, ekonomi, sosial, budaya dan media. Mereka bakar Alqur’an, mereka bantai umat Islam, mereka hina nabi Muhammad dengan Film, kartun dan sebagainya.

“Mereka berkehendak memadamkan cahaya agama Allah dengan mulut (media) mereka, dan Allah (menggagalkan usaha) mereka dengan menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir membencinya

(QS 9: 32).

Marah boleh tetapi tetap terjaga dengan kemuliaan akhlak, jangan bersedih sahabatku, Alqur’an itu Kalam Allah, Islam itu agama Allah dan nabi Muhammad itu adalah kekasih Allah, tidak akan pernah jatuh hina karena hinaan manusia sedunia sekalipun, justru sebaiknya semakin tampak cahaya kebenaran Alqur’an dan kemuliaan ahklak nabi Muhammad.

Sahabatku inilah pertanda bangkitnya umat nabi Muhammad, pelajarilah sejarah rupawan beliau, hidupkan sunnah beliau, jaga ukhuwah dan dakwahkan seperti beliau berdakwah.

Assalaamu alaika ya Rasulullah, Assalaamu alaika ya HabiibAllah.

kami sangat mencintai engkau ya Rasulullah!

 

Tolong bantu share ya

Semoga kita bagian dari bukti

Bahwa Islam itu rahmat bagi semesta alam. Rahmatan lil ‘alamiin.. Islam agama penuh damai & kasih sayang

Semoga dengan itu mereka mau belajar Islam..

Karena Islam itu bukan hanya milik kita,

Maka sampaikanlah..

Semoga sampai ke mereka yg ingin

Memiliki kedamaian dalam hati,

Kebahagiaan sejati,

Terselamatkan di akhirat nanti.

Wauallahu ‘alam bishshowab

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.