“Tipu Daya Dalam Setiap Negeri”

Leave a comment

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا فِى كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَٰبِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا۟ فِيهَا ۖ وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

“Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya.”
(QS. Al- An’am : 123)

Pesta demokrasi dah selesai, pencoblosan dan penghitungan juga sudah dilakukan dimasing-masing TPS, hasilnya hitung cepatnya aja yang beragam, boleh jadi karena banyak ‘menyimpan’ kepentingan.

Begitulah dunia, selalu mengundang permusuhan bila tidak kuat dibekali agama, ayat diatas rasanya tepat buat menggambarkan yang sedang terjadi di bumi pertiwi, semoga kita bisa saling menahan diri, persaudaraan tetap lebih utama.

Manusia boleh diperdaya, tetapi Dia mengetahui segalanya, dan kebenaran selalu dimenangkan oleh Allah.

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya, bahwa dunia memang sangat ‘menggoda’, tetap bersaudara dan jangan sampai terpecah belah.

Berdo’a saja, buat kebaikan bangsa ini, pasti orang baik yang akan dipilihin Allah buat negeri ini, dan ketentuanNya tidak bisa dikalahkan dengan berbagai tipu daya.

Romadhon penuh berkah, berkah buat seluruh orang yg bertaqwa

Ust Syarif Matnadjih

hadist dhoif seputar puasa

Leave a comment

HADITS DHAIF SEPUTAR RAMADHAN

1. TIDUR ITU IBADAH

الصَّائِمُ فِي عِبَادَةٍ وَإِنْ كَانَ رَاقِدًا عَلَى فِرَاشِهِ.
“Orang yang berpuasa adalah (tetap) di dalam ibadah meskipun dia terbaring (tidur) diatas tempat tidurnya”

Hadits ini sering kali kita dengar, tidurnya orang yg berpuasa itu adalah ibadah sehingga kemudian ini dijadikan alasan untuk menghabiskan waktu dgn tidur saja, padahal hadits ini adalah DHA’IF (lemah).

Hadits tsb disebutkan oleh Imam as-Suyuthiy di dalam kitabnya “al-Jami’ ash-Shaghir”, riwayat ad-Dailamy di dalam Musnad al-Firdaus dari Anas.

Imam al-Manawy, “Di dalamnya terdapat periwayat bernama Muhammad bin Ahmad bin Sahl, Imam adz- Dzahaby berkata di dalam kitabnya adh-Dhu’afa, ‘Ibnu ‘Ady berkata, ‘(dia) termasuk orang yg suka memalsukan hadits”.

2. 10 HARI AWAL RAMADHAN ITU RAHMAT, 10 HARI PERTENGAHAN ITU AMPUNAN, 10 HARI AKHIR ITU BEBAS DARI NERAKA

… وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَوَسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَ آخِرَهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ …

“…dialah bulan yg awalnya itu RAHMAT, pertengahannya itu maghfirah/AMPUNAN, dan akhirnya itu ‘itqun minan naar/BEBAS DARI NERAKA…”

Ibnu Sa’ad : “hadits tsb ada kelemahan dan jgn berhujjah dgnnya”, Imam Ahmad bin Hanbal : “Tidak kuat”. Ibnu Ma’I : “Dha’if.” Ibnu Abi Khaitsamah : “Lemah di segala segi”, (Tahdzibut Tahdzib 7/322-323).

Jadi setiap hari di bulan Ramadhan itu terdapat banyak sekali kebaikan-kebaikan didalamnya, tidak dipisah-pisah per-sepuluh hari seperti itu, apalagi dipisah-pisah setiap harinya, hari kesatu dapat ini, hari kedua dapat itu, dst.

Juga beredar, doa Ramadhan malam pertama, malam kedua, dst.

Itu semua bukan berasal dari Rasulullah Saw.

Berhati-hatilah dgn hadits atau menyerupai hadits yg beredar disekitar kita.

Salam !

Copas dari KTQS-Daarul Arqom Bandung

METODE BELAJAR AL QUR’AN

Leave a comment

Dari buku “Jabatanku Ibadahku” tulisan Pak Aceng Zakaria. Khususnya mengenai tanggung jawab kita untuk mempelajari Al Qur’an.

~~~~~~~~~~~~~~~~~
Metode Belajar Quran
~~~~~~~~~~~~~~~~~

Asumsi jatah umur rata2 manusia. Adalah 60 thn

Maka tahapan belajarnya adalah sbb :

1.Usia 7 – 15 : masa belajar baca quran dg kaidah ilmu tajwid

2.Usia 16 – 45 : masa mempelajari arti & kandungan isi al ‘quran 1 juz /thn dg sistem SKS ( 1 juz umumnya 9 lmbr, 1 lmbr terdiri 30 baris,berarti kita bisa mempelajari quran 1 juz/9 lmbr dlm 9 bln,atau 30 baris dibagi 30 hari berarti 1 baris/hari , 3 bln sisanya libur )

3.Usia 46 – 60 : kaji ulang bacaan, kandungan isi alquran sebanyak 2 juz/thn.

Dg metode ini maka menginjak usia 45 thn sdh tamat membaca alquran,sekaligus mengetahui & menguasai kandungan isi al’quran

~~~~~~~~~~~~~~~~
Metode Belajar Hadits
~~~~~~~~~~~~~~~~
Belajar 1 baris 1 hari kitab hadits Bulugul Maram sebanyak 1596 hadits

Jadikankanlah ba’da subuh mengkaji Alquran 1 baris 1 hari dan setiap ba’da magrib mengkaji hadits 1 baris sehari.

Insya Allah di usia 40 thn umat islam akan menguasai kandungan Al’quran & al’hadits.

Untuk kita sendiri, mungkin patokan2 usia yang dipakai di sini membuat kita berucap “wah, sudah terlambat”, namun belajar tidak mengenal patokan usia, bukan?

Khususnya untuk generasi penerus kita, metoda ini tentu bisa dipakai dan semoga bernilai ibadah bagi penulisnya, dan kita yang hanya sekedar membagikannya. Insya Allah. Aamiin.

KAIDAH-KAIDAH DALAM BERDOA DAN DZIKIR

Leave a comment


1. Dzikir dan do’a adalah ibadah yang bersifat tauqifiyah dgn syarat ikhlas dan sesuai dengan contoh Rasulullah.

2. Dibedakan antara dzikir yang mutlak dengan dzikir yang muqayyad.

Dzikir/do’a yang muqayyad (yg telah ditentukan) waktunya, tempat, tata cara, jumlah, sebab dan jenisnya tidak boleh dirubah-rubah, dan ada dalil yg melandasinya.

Dan dzikir/do’a yang mutlak tidak ditentukan, waktunya, tempat, tata cara, jumlah, sebab dan jenisnya.

3. Do’a yang tidak berasal dari Nabi diperbolehkan dengan syarat:
a) Memilih lafadz yang paling bagus.
b) Tidak mengandung sesuatu yang terlarang.
c) Hanya pada dzikir/do’a mutlak saja.
d) Tidak boleh dijadikan sebagai sunnah atau rutinitas.

4. Setiap dzikir/do’a yang mempunyai lebih dari satu macam lafadz seperti do’a iftiftah, bacaan ruku’ dan sujud, sebaiknya dibaca bergantian, dibaca terkadang dengan ini dan terkadang dengan itu.

5. Setiap dzikir/do’a yang banyak macamnya dlm satu waktu, maka boleh dibaca semuanya seperti do’a pagi dan petang.

6. Pada asalnya dzikir/do’a adalah dibaca dengan lirih, kecuali yang ditunjukkan dalil boleh mengeraskannya atau disyari’atkan dengan keras, seperti adzan, takbir hari raya, talbiyah.

7. Setiap perbuatan yg haram atau makruh tidak boleh dimulai dengan dzikir/do’a.

(Diringkas dari kitab tashih ad du’a karya syaikh Bakr Abu Zaid).

Salam !
KTQS
Copas oleh http://www.berdoalah.com

DOA SEBELUM SALAM DALAM SHALAT (3-Habis)

Leave a comment

4. ‘Aisyah ra berkata: “Aku mendengar Rasulullah
Saw membaca doa dalam sebagian shalatnya dengan doa:
اللَّهُمَّ حَاسِبْنِي حِسَابًا يَسِيرًا

Allaahumma haasibnii hisabayyasiraa

Ya Allah, hisablah (lakukan perhitungan) pada diriku dengan perhitungan (hisab) yang mudah. (HR. Ahmad dan al-Hakim)

5. Dari Anas ra, bahwasanya Nabi saw banyak membaca doa dengan redaksi doa sebagai berikut:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Ya muqallibal quluubi, tsabbit qalbii ‘alaa diinika.

Ya Allah, Tuhan Yang bisa membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku agar senantiasa bepegang teguh kepada agamaMu. (HR.
Al-Bukhari)

Doa & waktu yg sangat bagus serta mustajab, hafalkan dan amalkanlah.

Semoga kebahagiaan selalu mengiringi orang-orang yang menghidupkan sunnah Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Salam !

Copas oleh http://www.berdoalah.com
Dari KTQS Daarul Arqom-Bandung

DOA SEBELUM SALAM DALAM SHALAT (2)

Leave a comment

Kita lanjutkan kajian doa-doa yg biasa Rasulullah lakukan saat setelah membaca tasyahud dan sebelum salam, hafalkan serta amalkanlah karena saat tsb termasuk waktu mustajab untuk dikabulkannya doa.

2. Abu Bakar al-Shiddiq ra
berkata kepada Rasulullah Saw: “Wahai Nabi, ajarilah aku doa yang bisa aku baca dalam shalatku?”. Nabi Saw bersabda: “Bacalah doa berikut ini:

اللَّهُمَّ إنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْماً كَثِيرَاً. وَلا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلاَّ أَنْتَ. فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ. وَارْحَمْنِي, إنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Allaahumma innii dhalamtu nafsii dhulmankatsiiraa, walaa
yaghfirudhdhunuuba illaa anta, faghfirlii maghfiratammin ‘indika warhamnii innaka antal ghafuururrahiim

Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak berbuat dhalim terhadap diriku sendiri. Tidak ada yang akan mengampuni dosa-dosa itu kecuali Engkau. Karena itu (Ya Allah), ampunilah diriku dengan ampunanMu dan kasih-sayangilah aku. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (HR.Al-Bukhari dan Muslim)

3. Ibn Yasaf berkata bahwa pada suatu ketika ‘Aisyah ra ditanya tentang doa yang banyak dibaca oleh Nabi Saw, maka ‘Aisyah menjawab bahwa doa yang banyak atau sering dibaca oleh Nabi Saw adalah doa berikut ini:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ وَمِنْ شَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ بَعْدُ

Allaahumma innii a ‘uudzu bika min syarri maa ‘amiltu wa min syarri maa lam a’mal ba’du

Ya Allah sesungguhnya aku mohon perlindungan kepadaMu dari kejahatan yang pernah aku perbuat dan dari kejahatan yang belum aku perbuat. (HR. Al-Nasa-i)

Salam !

http://www.berdoalah.com
Copas dari KTQS-Daarul Arqom Bandung

DOA SEBELUM SALAM DALAM SHALAT (1)

Leave a comment

Waktu sebelum salam dan setelah membaca tasyahhud dalam shalat termasuk waktu mustajab untuk dikabulkannya doa. Karenanya dianjurkan memperbanyak doa padanya sebagaimana sabda Nabi Saw, “Kemudian ia memilih doa yang disukainya lalu berdoa dengannya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Doa di akhir shalat sebelum keluar darinya (sebelum salam) disyariatkan berdasarkan sunnah. Maka tidak elok meninggalkan meminta kepada Tuhannya saat bermunajat dan bertaqarrub kpd-Nya”. (dinukil dari Taudhih Al-Ahkam, Syaikh Al-Bassam: 2/284) 

Inilah doanya :

1. Rasulullah Saw bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu selesai dari bacaan tasyahhud akhir, hendaklah ia membaca isti’adzah kepada
Allah dari empat perkara, yaitu bacaan sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْشَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Allaahumma innii a’uudhu bika min ‘adhaabi jahannama wa min ‘adhaabil qabri wamin fitnatil mahyaa wal mamaati wamin syarri fitnatil masiihiddajjaal”

Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung
kepadaMu dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari fitnah kejahatan al-masih al-Dajjal. (HR. Muslim)

Dari KTQS Daarul Arqom Bandung
Copas oleh http://www.berdoalah.com

PERJALANAN INI

Leave a comment

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid..

Buktinya banyak orang kaya raya tidak sanggup mengerjakannya. Jangankan sehari lima waktu, bahkan seminggu sekali pun terlupa. Tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah kesana.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid..

Karena orang pintarpun sering tidak mampu menemukannya. Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga kuliah di Universitas Eropa atau Amerika, dapat melangkahkan kaki ke Jepang dan Korea, dgn semangat yg membara. Namun ke mesjid tetap saja perjalanan yg tidak mampu mereka tempuh walau telah bertitel S3.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid..

Karena para pemuda kuat dan bertubuh sehat yg mampu menaklukkan puncak gunung Bromo dan Merapi pun sering mengeluh ketika diajak ke mesjid. Alasan mereka pun beragam, ada yang berkata sebentar lagi, ada yg berucap tidak nyaman dicap alim.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid..

Maka berbahagialah dirimu bila dari kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke mesjid. Karena bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yg paling kami banggakan selain perjalananmu ke mesjid.
Biar kuberi tahu rahasia kepadamu, sejatinya perjalananmu ke mesjid adalah perjalanan untuk menjumpai Robbmu, dan itulah perjalanan yg diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw, serta perjalanan yg akan membedakanmu dgn orang-orang yg lupa akan Robbnya.

Perjalanan terjauh dan terberat itu adalah perjalanan ke mesjid..

Maka lakukanlah walau engkau harus merangkak dalam gelap shubuh demi mengenal Robbmu.

“Berilah kabar gembira kepada orang2 yg selalu berjalan ke masjid berupa cahaya yg sempurna pada hari kiamat nanti”. (HR. Tirmidzi)

Semoga Allah Memberi kekuatan kepada kita untuk berjalan kerumahNya. Aamiin.

Salam !
KTQS Daarul Arqom-Bandung

Berdoa Dengan Suara Lembut

Leave a comment

SAAT BERDOA / BERDZIKIR BERSUARA KERAS ATAU PELAN ?

Telah berkata Al-Imam Asy-Syafi’iy dalam kitab Al-Umm :

“Dan aku memilih bagi imam dan makmum agar berdoa kepada Allah setelah selesai melakukan shalat, dan melembutkan suara dalam berdzikir kecuali seorang imam yg ingin mengajarkan kepada makmum. Hendaknya ia mengeraskan bacaan dzikir sehingga makmum mengetahui bahwa mereka telah diajarkan, kemudian setelah itu imam harus melembutkan suaranya dgn pelan ketika berdoa,

sebagaimana firman Allah : “Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam doamu dan jangan pula merendahkannya. Carilah jalan tengah di antara keduanya”. (QS. Al-Israa’ : 110). Dan yang dimaksud dgn ayat ini adalah doa”.

Apa yang ditegaskan oleh Asy-Syafi’i adalah benar lagi cocok dgn firman Allah : وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Dan berdzikirlah/sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dgn merendahkan diri dan rasa takut, dan dgn tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yg lalai”. (QS. Al-A’raaf : 205)

Perhatikan juga sabda Rasulullah Saw :
ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، إِنَّكُمْ لاَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا ، إِنَّكُمْ تَدْعُونَ سَمِيعًا قَرِيبًا وَهْوَ مَعَكُمْ ﴿رواه البخاري﴾

“Kasihanilah diri kamu, karena sesungguhnya kamu tidak berdoa kepada yg tuli dan tidak pula ghaib, sesungguhnya kamu berdoa (memohon) kepada Yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat dan Dia selalu menyertaimu”. (HR. Al-Bukhari)

Maka dari itu berdoalah dan berdzikirlah dgn suara yg lembut dan syahdu penuh harap, sampai orang yg disebelah kitapun tidak dengar permohonan kita.

Rasulullah SAW bersabda : “Berdoalah kamu sekalian kepada Allah SWT dgn perasaan yakin akan dikabulkannya doamu. Ketahuilah bahwasannya Allah SWT tidak akan mengabulkan doa orang yg hatinya lalai dan tidak bersungguh-sungguh”. (HR. At-Tirmidzi)

Barakallahu fiikum !

Copas oleh http://www.berdoalah.com dari El Rinaldi-Daarul Arqom,Bandung

DOA UNTUK BAYI YANG BARU LAHIR

Leave a comment

Doa memohon perlindungan untuk anak dari gangguan setan, dengan doa seperti yang pernah dipraktekkan Nabi saw, ketika mendoakan cucunya: Hasan dan Husain.

Ibnu Abbas menceritakan, bahwa Rasulullah saw membacakan doa perlindungan untuk kedua cucunya,

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

U`iidzu kumaa bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa haammah Wa min kulli `ainin laammah

“Aku memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk”.
(HR. Abu Daud 3371)

Kita bisa meniru doa beliau ini, dengan penyesuaian jenis kelamin bayi.

a. Jika bayi yang lahir perempuan, kita bisa baca,

أُعِيذُكِ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
U’iidzuki …..

b. Jika bayi yang lahir laki-laki, kita bisa membaca,

أُعِيذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
U’iidzuka …..

Berbeda pada kata ganti; ‘…ka’ dan ‘…ki’

Atau doa umum :
U`iidzu bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa haammah Wa min kulli `ainin laammah.

Barakallahu fiikum !
Copas oleh http://www.berdoalah.com
Dari El Rinaldi – Daarul Arqom, Bandung

Doa-doa Dari Al Qur’an dan Hadits

Leave a comment

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Beberapa doa dari Al-Quran dan hadits-hadits shohih yg semestinya dibaca agar senantiasa sabar, tegar dan istiqomah di atas agama Islam.

(*) DOA PERTAMA:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

‘Robbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lanaa Min-Ladunka Rohmatan, innaka Antal-Wahhaab’
Artinya: “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Dzat yang Maha Pemberi (karunia).”
(QS. Ali Imran: 8).

(*) DOA KEDUA:

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

‘Robbanaa Afrigh ‘Alainaa Shobron wa Tsabbit Aqdaamanaa wanshurnaa ‘Alal Qoumil Kaafiriin’.
Artinya: “Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”.
(QS. Al Baqarah: 250).

(*) DOA KETIGA:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

‘Ya Muqollibal Quluubi Tsabbit Qolbiy ‘Alaa Diinika’.
Artinya: “Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
(HR. At-Tirmidzi no.3522, imam Ahmad IV/302, Al-Hakim I/525. Lihat Shohih Sunan At-Tirmidzi no.2792).
» Do’a ini merupakan doa yang paling sering dipanjatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

(*) DOA KEEMPAT:

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

‘Allaahumma Mushorrifal Quluub, Shorrif Quluubanaa ‘Alaa Tho’atika’
Artinya: “Ya Allah, Dzat yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk selalu taat kepada-Mu.”
(HR. Muslim).
Demikianlah beberapa doa dari Al-Quran dan Hadits Shohih yg sepantasnya dipanjatkan oleh kita semua.
Wassalam …

Tahajud

Leave a comment

Sahabat

Penghujung malam adalah saat yang mustajab,

saat lumuran dosa diampuni,

aib dihapuskan.

Mari perbanyak tobat.

Ya اَللّهُ ,aku serahkan diriku kepada-Mu.

Aku hadapkan wajahku kepada-Mu.

Dan aku limpahkan segala urusanku kepada-Mu

Ya Rabb, jangan Engkau tinggalkan aku bersama kelemahanku walau sekejap. Sertailah aku dengan pertolongan-Mu.

Doa Mohon Rizki Rohani / Batin

Leave a comment

Ya Allah rizkikanlah kepadaku
agar aku:

 

Sabar dalam ketaatan padaMu
Sabar dalam menjauhi apa yang Engkau murkai
Sabar dalam menjaga apa yang Engkau cintai
Sabar dalam menghadapi yang aku benci
Sabar menghadapi urusan yang berat

آمِيّنْ… آمِيّنْ…. آمِيّنْ.. يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ
•˚Âmıĭn..amiin..amiin ÿaá râbbāĺ aläamiп˚•

dari Pak Dr H.Aam Amiruddin

Asma’ul Husna

Leave a comment

Berikut ini adalah 99 nama Allah SWT (Asmaul Husna) beserta maknanya
(Simpan di Media, Memo Pad …
Supaya bisa dibaca2 pas lagi nunggu antrian, lagi macet, lagi galau, lagi BT, lagi bersyukur, lagi zikir, dsb):

 

 

1. Ar-Rahmaan: ( الرحمن) Maha Pengasih

2. Ar-Rahim: ( الرحيم ) Maha Penyayang

3. Al-Malik: ( الملك ) Maha Merajai

4. Al-Quddus: ( القدوس ) Maha Suci

5. As-Salaam: ( السلام ) Maha Penyelamat,

6. Al-Mu’min: ( المؤمن ) Maha Pengaman

7. Al-Muhaimin: ( المحيمن) Maha Pelindung

8. Al-’Aziiz: ( العزيز ) Maha Mulia

9. Al-Jabbaar: ( الجبار ) Maha Perkasa

10. Al-Mutakabbir: ( المتكبر ) Maha Megah

11. Al-Khaaliq: ( الخالق ) Maha Pencipta,

12. Al-Baari’: ( البارئ ) Maha Pembuat

13. Al-Mushawwir: ( المصر) Maha Pembentuk

14. Al-Ghaffaar: ( الغفار ) Maha Pengampun

15. Al-Qahhaar: ( القهار ) Maha Pemaksa,

16. Al-Wahhaab: ( الوهاب ) Maha Pemberi

17. Ar-Razzaaq: ( الرز) Maha Pberi Rezeki

18. Al-Fattaah: ( الفتح) Maha Membukakan

19. Al-’Aliim: ( العليم ) Maha Mengetahui,

20. Al-Qaabidh: ( القابض ) Maha Pencabut

21. Al-Baasith: ( الباسط ) Maha Meluaskan

22. AI-Khaafidh: الخاف) Maha Mjatuhkan

23. Ar-Raafi’: ( الرافع ) Maha Mengangkat

24. Al-Mu’iz: ( المعز ) Maha Menghormati

25. Al-Muzil: ( المذل ) Maha Menghina

26. As-Samii’: ( السميع) Maha Mendengar

27. Al-Bashiir: ( البصير) Maha Melihat.

28. Al-Hakam: ( الحكم ) Maha Mengadili,

29. Al-’Adl: ( العدل) Maha Adil

30. Al-Lathiif: ( اللطيف) Maha Teliti

31. Al-Khabiir: ( الخبير ) Maha Waspada

32. Al-Haliim: ( الحليم ) Maha Penyabar

33. Al-’Adzhiim: ( العظيم ) Maha Agung,

34. Al-Ghafuur: ( الغفور) Maha Pengampun

35. Asy-Syakuur: ( الشكور) Maha Bsyukur

36. Al-’Aliy: ( العلي ) Maha Tinggi

37. Al-Kabiir: ( الكبير ) Maha Besar

38. Al-Hafidz: ( الحفيظ ) Maha Pemelihara

39. Al-Muqiit: ( المقيت ) Maha Pemberi

40. Al-Hasiib: ( الحسيب ) Maha Penjamin

41. Al-Jaliil: ( الجليل ) Maha Luhur

42. Al-Kariim: ( الكريم ) Maha Pemurah,

43. Ar-Raqiib: ( الركيب ) Maha Peneliti

44. Al-Mujiib: ( المجيب ) Maha Mngabulkan

45. Al-Waasi’: ( الواسع ) Maha Luas

46. Al-Hakiim: ( الحكيم ) Maha Bijaksana,

47. Al-Waduud: ( الودود ) Maha Pencinta

48. Al-Majiid: ( المجيد ) Maha Mulia

49. Al-Ba’ithu: الباعث) Maha Mbangkitkan

50. Asy-Syahiid: (الشهيد) Maha Mgetahui

51. Al-Haq: ( الحق ) Maha Benar

52. Al-Wakiil: ( الوكيل ) Maha Memelihara

53. Al-Qawiy: ( القوى ) Maha Kuat

54. Al-Matiin: ( المتين ) Maha Teguh

55. Al-Waliy: ( الولى ) Maha Melindungi,

56. Al-Hamiid: ( الحميد ) Maha Terpuji,

57. Al-Muhshii: ( المحصى ) Maha Mhitung

58. Al-Mubdi’: ( المبدئ ) Maha Memulai

59. Al-Mu’iid: ( المعيد) Maha Memulihkan,

60. Al-Muhyii: ( المحي ) Maha Mhidupkan

61. Al-Mumiit: ( المميت ) Maha Mematikan,

62. Al-Hay: ( الحي ) Maha Hidup

63. Al-Qayyuum: ( القيوم ) Maha Berdiri

64. Al-Waajid: ( الواجد ) Maha Penemu

65. Al-Maajid: ( الماجد ) Maha Mulia

66. Al-Waahid: ( الواحد ) Maha Esa.

67. Al-Ahad: ( الأحد ) Maha Tunggal.

68. Ash-Shamad: ( الصمد ) Maha Diperlukan

69. Al-Qaadir: ( القادر ) Maha Berkuasa/

70. Al-Muqtadir: ( المقتدر ) Maha Menentukan.

71. Al-Muqaddim: ( المقدم ) Maha Mendahulukan

72. Al-Muakhkhir: ( المؤخر ) Maha Menangguhkan

73. Al-Awwal: ( الأول ) Maha Pemulaan

74. Al-Aakhir: ( الآخر ) Maha Penghabisan

75. Azh-Zhaahir: ( الظاهر ) Maha mewujudan

76. Al-Baathin: ( الباطن ) Maha Tersembunyi

77. Al-Waalii: ( الوالى ) Maha Menguasai

78. Al-Muta’aalii: ( المتعال ) Maha Suci/

79. Al-Bar: ( البار ) Maha Dermawan

80. At-Tawwaab: ( التواب ) Maha Penerima Taubat

81. Al-Muntaqim: ( المنتقم ) Maha Penghukum

82. Al-’Afuw: ( العفو ) Maha Pemaaf

83. Ar-Rauuf: ( الرؤف ) Maha Pengasih

84. Maalikul Mulk: ( المالك الملك ) Maha Pemilik Kekuasaan

85. Zul-Jalaali Wal Ikraam: ( ذوالجلال والإكرام ) Maha Pemilik Keagungan dan Kemuliaan

86. Al-Muqsith: ( المقسط ) Maha Mengadili

87. Al-Jaami’: ( الجامع) Maha Mengumpulkan

88. Al-Ghaniy: ( الغنى ) Maha Kaya Raya

89. Al-Mughnii: ( المغنى ) Maha Pemberi kekayaan

90. Al-Maani’: ( المانع ) Maha Membela

91. Adh-Dhaar: ( الضار ) Maha Mendatangkan Mudharat

92. An-Naafi’: ( النافع ) Maha Pemberi Manfaat

93. An-Nuur: ( النور ) Maha Pemberi Cahaya

94. Al-Haadi: ( الهادى ) Maha Pemberi Petunjuk

95. Al-Badii’: ( البديع ) Maha Indah

96. Al-Baaqi: ( الباقع ) Maha Kekal

97. Al-Waarits: ( الوارث ) Maha Mewarisi

98. Ar-Rasyiid: ( الرشيد ) Maha Pandai

99. Ash-Shabuur: ( الصبور ) Maha Penyabar

SALAM (2)

Leave a comment

☑ Siapa yang Seharusnya Mendahului Salam?

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, “Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam pada orang yg berjalan. Orang yg berjalan memberi salam kepada orang yg duduk. Rombongan yg sedikit memberi salam kepada rombongan yg banyak”. (HR. Bukhari no. 6233 dan Muslim no 2160)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, “Yang muda hendaklah memberi salam pada yang tua. Yang berjalan (lewat) hendaklah memberi salam kepada  orang yang duduk. Yang sedikit hendaklah memberi salam pada orang yang lebih banyak”. (HR. Bukhari no. 6231)

Ibnu Baththol mengatakan, “Dari Al Muhallab, disyari’atkannya orang yang muda mengucapkan salam pada yang tua karena kedudukan orang yang lebih tua yang lebih tinggi. Orang yang muda ini diperintahkan untuk menghormati dan tawadhu’ di hadapan orang yang lebih tua.” (Subulus Salam, 7/31)

Jika orang yang bertemu sama-sama memiliki sifat yang sama yaitu sama-sama muda, sama-sama berjalan, atau sama-sama berkendaraan dengan kendaraan yang jenisnya sama, maka di antara kedua pihak tersebut sama-sama diperintahkan untuk memulai mengucapkan salam.

☑ Yang mulai mengucapkan salam, itulah yang lebih utama.

Rasulullah saw bersabda,

الْمَاشِيَانِ إِ ذَا اجْتَمَعَا فَأَيُّهُمَا بَدَأَ بِالسَّلاَمِ فَهُوَ أَفْضَلُ

“Dua orang yang berjalan, jika keduanya bertemu, maka yang lebih dulu memulai mengucapkan salam itulah yang lebih utama”. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Al Baihaqi)

Namun jika orang yang seharusnya mengucapkan salam pertama kali tidak memulai mengucapkan salam, maka yang lain hendaklah memulai mengucapkan salam. (Huquq Da’at Ilaihal Fithroh, 47)

Salam !

Daarul Arqom Al Fikri-Bandung

TETANGGA KITA

Leave a comment

Tetangga adalah orang yg kediamannya dekat dengan kita. Sebutan tetangga cakupannya umum. Tidak pandang bulu siapakah tetangga tsb, baik yg muslim ataupun yg kafir, ahli ibadah ataupun fasik, teman ataupun musuh.

 

Sedangkan mengenai batasannya, beragam ulama memberikan batasan tetangga. Ada yg membatasinya dengan 40 rumah dari semua penjuru arah, dan hadits yg mendasarinya adalah hadits dho’if.

 

Namun pengertian tetangga tidak hanya terbatas pada tetangga dalam artian hunian, tapi lebih luas dari itu. Sehingga juga mencakup tetangga di tempat kerja, di bangku sekolah, pasar, teman perjalanan, dll..

 

Perihal tetangga mendapatkan perhatian besar dalam syariat ini. Karena itu tak heran bila Allah menyebutkannya setelah perintah beribadah hanya kepada-Nya. Allah berfirman:

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang tua( ibu-bapak), karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yg dekat dan tetangga yg jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu”. (An-Nisa’:36)

 

Bahkan saking pentingnya, sampai-sampai Rasul saw bersabda: “Jibril terus saja berpesan kepadaku mengenai tetangga (untuk selalu berbuat baik kepadanya), sampai-sampai aku menyangka akan turun wahyu bahwa seseorang akan mewarisi tetangganya”. (muttafaq ‘alaih)

 

Lebih-lebih lagi kesaksian tetangga terhadap kita menjadi tanda cerminan jati diri kita.

 

Rasulullah bersabda : “Bila engkau mendengar para tetanggamu berucap ‘engkau telah berbuat baik’, maka sungguh engkau telah berbuat baik. Dan bila engkau mendengar mereka mengatakan ‘engkau telah berbuat buruk’, maka sungguh engkau telah berbuat buruk”. (HR. Ahmad)

 

Maka seorang muslim yg cerdas yg mengharapkan surga-Nya, tentu tidak rela bila ia harus tertahan dari surga karena perlakuan buruknya terhadap tetangga.

 

Salam !

//

Syiar Islam

Leave a comment

 

 

Sahabatku, simaklah Kalam Allah ini dengan iman,

 

 

“… Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan manusia dan jin,…”

(QS 6 : 112).

Permusuhan ini adalah keniscayaan dengan semua cara syetan, dari perang militer, politik, ekonomi, sosial, budaya dan media. Mereka bakar Alqur’an, mereka bantai umat Islam, mereka hina nabi Muhammad dengan Film, kartun dan sebagainya.

“Mereka berkehendak memadamkan cahaya agama Allah dengan mulut (media) mereka, dan Allah (menggagalkan usaha) mereka dengan menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir membencinya

(QS 9: 32).

Marah boleh tetapi tetap terjaga dengan kemuliaan akhlak, jangan bersedih sahabatku, Alqur’an itu Kalam Allah, Islam itu agama Allah dan nabi Muhammad itu adalah kekasih Allah, tidak akan pernah jatuh hina karena hinaan manusia sedunia sekalipun, justru sebaiknya semakin tampak cahaya kebenaran Alqur’an dan kemuliaan ahklak nabi Muhammad.

Sahabatku inilah pertanda bangkitnya umat nabi Muhammad, pelajarilah sejarah rupawan beliau, hidupkan sunnah beliau, jaga ukhuwah dan dakwahkan seperti beliau berdakwah.

Assalaamu alaika ya Rasulullah, Assalaamu alaika ya HabiibAllah.

kami sangat mencintai engkau ya Rasulullah!

 

Tolong bantu share ya

Semoga kita bagian dari bukti

Bahwa Islam itu rahmat bagi semesta alam. Rahmatan lil ‘alamiin.. Islam agama penuh damai & kasih sayang

Semoga dengan itu mereka mau belajar Islam..

Karena Islam itu bukan hanya milik kita,

Maka sampaikanlah..

Semoga sampai ke mereka yg ingin

Memiliki kedamaian dalam hati,

Kebahagiaan sejati,

Terselamatkan di akhirat nanti.

Wauallahu ‘alam bishshowab

SAYANG ANAK

Leave a comment




 

Rasulullah memendekkan shalatnya ketika mendengar tangis anak. Karena anak pula, Rasulullah Saw pernah bersujud sangat lama.

Begitu lamanya Rasulullah Saw bersujud para sahabat mengira Rasulullah Saw sedang menerima wahyu dari Allah swt. Padahal ada cucunya yang menaiki punggungnya.

Air mata Nabi Muhammad saw menetes disebabkan kematian putra beliau bernama Ibrahim,

Abdurrahman bin ‘Auf ra bertanya kpd beliau: “Apakah Anda juga menangis wahai Rasulullah?”

Rasulullah saw menjawab: “Wahai Ibnu ‘Auf, ini adalah ungkapan kasih sayang yang diiringi dengan tetesan air mata. Sesungguhnya air mata ini menetes, hati ini bersedih, namun kami tidak mengucapkan kecuali yang diridhai Allah. Sungguh, kami sangat berduka cita berpisah denganmu wahai Ibrahim.” (HR. Bukhari)

Meskipun anak-anak biasa merengek dan mengeluh serta banyak tingkah, namun Nabi Muhammad saw tidaklah marah, memukul, membentak, dan menghardik mereka. Beliau tetap berlaku lemah lembut dan tetap bersikap tenang dalam menghadapi mereka.

Hari ini, ketika kita mengaku sebagai ummat Muhammad, apakah yang sudah kita lakukan pada anak-anak kita?

Apakah kita telah mengusap kepala anak-anak kita sebagaimana Rasulullah Saw melakukan?

Apakah kita juga telah mengecup kening anak-anak kita yang sangat rindu kasih-sayang bapaknya?

Kita ingin disayangi oleh anak-anak kita ketika usia kita telah tua kelak, tetapi tidak pernah menanam cinta dan kasih-sayang.

Kita ingin dirindukan oleh anak-anak kita di saat renta, tetapi tak pernah punya waktu untuk tertawa bersama. Banyak yang merasa, kerja sehari telah cukup untuk membeli semua. Sehingga tidak ada yang mengetahui urusan anak di rumah, kecuali istri. Bahkan yang lebih tragis, istri pun tak tahu sama sekali, sebab telah ada pembantu yang menggantikan semuanya.

Astaghfirullahal ‘adzim…

Alangkah sering kita merasa suci dan hebat, padahal masih banyak perilaku Nabi Saw kepada anak-anak yang belum kita tiru.

kiriman

Daarul Arqom دَآرْ اَيْلْ اَرْقَمْ

copas oleh www.berdoalah.com

foto : New Collection

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.